Survei terhadap generasi milenial menunjukkan bahwa sekitar 80% milenial di Indonesia belum menyiapkan dana pensiun secara serius. Bahkan studi Edukator DPLK (2025) menyebutkan sekitar 86% generasi milenial (pekerja muda) belum memiliki program pensiun. Artinya, hanya sebagian kecil generasi muda yang benar-benar memiliki perencanaan pensiun, apalagi pekerja di sektor informal.
Karena itu, penting dipahami apa dan bagaimana dana pensiun bagi pekerja muda dan pekerja informal? Tujuannya untuk mempersiapkan hari tua yang mandiri secara finansial dan tidak tergantung kepada keluarga.
Beberapa poin penting yang disebut “literasi dasar” dana pensiun yang penting dipahami generasi muda dan pekerja muda serta pekerja informal agar lebih siap secara finansial di masa tu antara lain sebagai berikut:
1. Dana pensiun adalah tabungan jangka panjang yang disiapkan selama masa kerja untuk memberikan penghasilan saat seseorang sudah tidak lagi produktif bekerja. Sebuah program pensiun yang mengelola iuran dari pemberi kerja dan/atau karyawan untuk memberikan manfaat finansial saat peserta pensiun. Tujuannya untuk menjamin kesinambungan penghasilan di hari tua, di samping berfungsi sebagai simpanan hari tua, jaminan kemandirian finansial, dan cara memutus rantai generasi sandwich.
2. Menyadari pentingnya perencanaan pensiun. Sebab banyak orang berpikir pensiun masih lama. Padahal tanpa perencanaan sejak dini, masa tua bisa menjadi masa yang sulit secara finansial. Karena faktanya, saat ini 1 dari 2 pensiunan di Indonesia mengandalkan transferan setiap bulan dari anaknya untuk biaya hidup (ADB, 2024).
3. Mulai menabung sejak dini menjadi spirit dana pensiun. Menabung memang harus dipaksa, karena bila tidak akan kalah dengan perilaku konsumtif atau dalih “gaji selalu habis setiap bulan”. Semakin cepat memulai jadi peserta dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), maka semakin ringan iuran yang harus disisihkan setiap bulan dan semakin besar akumulasi dananya di hari tua karena didukung hasil investasi jangka panjang.
4. Mengenal lembaga pengelola dana pensiun. Di Indonesia terdapat beberapa lembaga pengelola, seperti: 1) BPJS Ketenagakerjaan yang mengelola JHT dan JP yang bersifat kebutuhan minimal di hari tua dan 2) Program pensiun sukarela melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang bertujuan untuk menjaga standar dan kualitas hidup di masa pensiun seperti masa bekerja, di samping menyiapkan kesinambungan penghasilan di hari tua.
5. Memahami sistem iuran. Dana pensiun berasal dari iuran rutin, yang bisa berasal dari: a) pekerja sendiri, b) pemberi kerja atau c) kombinasi keduanya. Iuran disetor secara reguler setiap bulan dengan besar yang ditentukan sesuai kemampuan, di samping ada iuran sukarela yang dapat ditambahkan untuk manfaat pensiun yang lebih optimal.
6. Memahami manfaat pensiun. Manfaat pensiun yang diterima bisa berupa: a) pembayaran bulanan saat pensiun atau b) pembayaran sekaligus (lumpsum) sesuai dengan ketentuan, tergantung jenis program pensiun.
7. Memahami investasi dana pensiun. Iuran dana pensiun yang terkumpul tidak disimpan begitu saja, tetapi diinvestasikan agar nilainya berkembang sehingga manfaat pensiun menjadi lebih besar. Investasi dapat disebut “setengah nyawa” dana pensiun. Semakin lama diinvestasikan (menjadi peserta) maka akumulasi dana akan lebih optimal.
8. Mengetahui risiko tidak menyiapkan dana pensiun. Tanpa dana pensiun, seseorang berpotensi: bergantung pada anak di hari tua, mengalami penurunan kesejahteraan, standar hidup menurun, dan tidak mampu memenuhi kebutuhan kesehatan di usia tua.

9. Pentingnya disiplin dan konsistensi. Program pensiun berhasil jika peserta disiplin menabung dalam jangka panjang dan tidak mudah menarik dana sebelum waktunya. Untuk tetap sejahtera di hari tua, keberanian untuk mulai disiplin menabung menjadi sangat penting bagi pekerja muda atau pekerja informal.
10. Memahami regulasi dan perlindungan. Pengelolaan dana pensiun di Indonesia relatif aman dan memang diawasi oleh OJK untuk memastikan keamanan dana peserta sekaligus perlindungan hari tua untuk pekerja dan masyarakat Indonesia.
Intinya, literasi dana pensiun bukan sekadar tahu tentang produk pensiun, tetapi memahami pentingnya menyiapkan masa tua, disiplin menabung, dan memanfaatkan lembaga pensiun yang tersedia. Agar kerja yes, pensiun oke. Salam #YukSiapkanPensiun











