Ada teman yang tadinya dekat, akhirnya jauh. Ada yang tadinya hangat mendadak dingin. Dan ada yang dulu sering mendukung, kini malah sinis. Ada yang awalnya asyik, kini jadi pembenci. Itu semua konsekuensi dari pergaulan, biasa saja dan lazim terjadi di mana pun.
Intinya sih, kalau kita berubah jadi lebih baik, jangan heran kalau ada yang tiba-tiba menjauh. Lala kita konsisten di jalan baik yang sudah dipilih, pasti ada yang tidak suka. Bukan karena kita salah. Bukan juga karena kita berubah jadi orang jahat. Tapi karena frekuensi kita sudah tidak sama lagi dengan mereka. Kita memilih naik kelas, sementara mereka masih betah di kelas lama. Kita sudah bergerak sesuai arahan tapi masih ada yang nyaman dengan begitu-begitu saja.
Terkadang, memang ada teman yang tidak mau kita berubah jadi lebih baik. Karena perubahan kita membuat mereka merasa tertinggal. Dan perasaan itu sering dibungkus dengan alasan “kita sekarang sombong”, “kita beda sekarang”, atau “kita nggak seperti dulu lagi”. Dan masih banyak ungkapan yang dipilih, untuk menyatakan kita tidak lagi sama seperti dulu.
Jadi tidak usah khawatir bila berubah menjadi lebih baik. Karena yang sebenarnya terjadi adalah “kita berkembang, kita terus tumbuh”. Dan itu wajar kalau lingkaran kita jadi ikut berubah. Sementara yang belum mau berubah, pasti tidak nyaman dengan perubahan kita.
Pelajaran itulah yang saya peroleh selama mengikuti umroh awal tahun 2026 ini. Di Ka’bah Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah, jamaah itu selalu datang dan pergi. Ada yang pulang, ada yang baru tiba. Bukti, selagi masih di dunia tidak ada yang tetap. Semuanya berubah, sesuai dengan hukumnya. Asal tetap berpegang pada Allah SWT, pada ajaran agama yang seharusnya. Bila salah dan banyak dosa, datanglah untuk memohon ampun. Ada tempat yang mujarab untuk diijabah semua doa. Ada Hajar Aswad, Multazam, Hijr Ismail, pintu Ka’bah, makam Ibrahim dan lainnya di Masjidil Haram. Ada pula Raudhah dan makam Rasulullah di Masjid Nabawi.

Ada yang datang, ada ya g pergi. Ada yang tetap dekat dan ada yang menjauh itu biasa dan sudah jadi hukum alam. Tidak usah pusing, apalagi bingung. Ingat, tidak semua orang ditakdirkan untuk menemani kita sampai garis akhir. Sebab, beberapa orang hanya bagian dari proses belajar. Mereka datang untuk sebuah bab, lalu pergi ketika bab berikutnya dimulai.
Dan kita adalah pemilik bab awal hingga lahir untuk diri kita sendiri. Dari halaman pertama hingga terakhir, kita sendiri yang menggoreskannya pada sebuah buku. Salam literasi #CatatanUmroh #LiterasiKehidupan











