Sekarang ini banyak orang terburu-buru, maunya serba cepat. Pengen sukses pengen terkenal tapi prosesnya ditinggalkan. Tergesa-gesa, segala hal dianggap seperti kompetisi atau perlombaan. Bahkan tidak sedikit yang niatnya hanya untuk mengalahkan orang lain. Agar dianggap lebih hebat, lebih tinggi dari yang lainnya.
Sayangnya banyak yang lupa. Saat ini banyak yang hidupnya terasa makin cepat, tapi hasilnya justru makin jauh dari harapan? Banyak orang bangun pagi dengan rasa dikejar-kejar, bekerja seharian, lalu pulang dengan kepala mumet dan hati kosong. Di tengah tekanan kebutuhan dan keterbatasan penghasilan, pelan sering dianggap kalah sebelum mulai.
Sebuah laporan WHO menyebutkan. Bahwa tekanan hidup yang terus-menerus tanpa rasa kendali meningkatkan risiko stres dan kelelahan mental. Bukan karena hidup terasa berat, tapi karena banyak orang merasa harus cepat, terburu-buru untuk menggapai keinginannya. Padahal arah hidupnya sendiri belum jelas. Akhirnya tenaganya habis untuk bergerak, bukan untuk maju. Tapi untuk berperang dengan obsesi dan pikirannya sendiri.
Setelah berkiprah di TBM Lentera Pustaka selama 9 tahun. Ternyata salah satu Pelajaran penting yang diperoleh adalah “jangan takut pelan asal arah jelas”. Di taman bacaan, pelan bukan masalah, selama aktivitas yang dilakukan baik dan bermanfaat. Pelan di taman bacaan justru oke asal langkahnya sadar dan terarah. Anak-anak yang tidak punya akses baca jadi punya kebiasaan baca. Pengguna layanan tadinya hanya 14 orang kini melonjak jadi 366 orang. Tadinya hanya 1 program literasi jadi 15 program literasi dalam 9 tahun. Pelan asal arahnya jelas.
Hikmahnya, ternyata kita perlu sadar. Bahwa cepat tidak selalu tepat. Banyak keputusan diambil terburu-buru karena takut ketinggalan. Padahal, pilihan yang dibuat tanpa pertimbangan sering berujung penyesalan dan membuang waktu percuma. Berani pelan memberi ruang untuk berpikir, menimbang, dan menjalaninya dengan lebih tenang. Maka apapun, tentukan arah kcil yang realistis. Arah tidak harus langsung besar dan muluk. Cukup jelas untuk bulan ini atau tiga bulan ke depan, mau seperti apa? Jalani prosesnya dengan konsisten. Arah yang sederhana justru membuat langkah pelan tetap terasa bermakna.


Jangan bandingkan kecepatan dengan orang lain. Sebab setiap orang punya titik awal dan beban yang berbeda. Membandingkan langkah hanya membuat pikiran bising dan hati tidak tenang. Fokus pada jalur sendiri, membantu menjaga energi dan semangat untuk terus bergerak. Karenanya, perlu ditopang dengan kebiasaan kecil yang konsisten. Sebab perubahan besar jarang datang dari lonjakan, tapi dari kebiasaan kecil. Sisihakn waktu untuk belajar atau mencatat apapun yang penting untyk lebih maju. Kebiasaan sederhana dapat menjaga arah agar tetap lurus meski langkah pelan.
Banyak orang ingin cepat tapi mengabaikan risiko. Contohnya membeli barang hanya karena keinginan bukan kebutuhan. Agar dibilang keren. Lebih baik ditabung untuk masa depan daripada akhirnya punya utang. Karena itu, jaga komitmen pada proses sendiri. Tidak semua hari haru maju, cukup Jalani prosesnya saja. Yang penting adalah tetap kembali ke arah yang jelas, ke arah yang sudah dipilih.
Banyak yang lupa. Kesetiaan pada proses itu membuat langkah pelan tetap membawa hasil. Pada akhirnya, hidup dan apapun bukan perlombaan siapa paling cepat. Tapi perjalanan siapa paling sadar dan sabar. Perubahan tidak menunggu kondisi ideal, melainkan dimulai dari keberanian mengatur langkah sesuai kemampuan dan arah yang jelas. Berjalan pelan dengan arah jelas lebih menenangkan daripada berlari tanpa tahu tujuan. Salam literasi!











