Sebagai upaya antisipasi terhadap kondisi pasar modal di Indonesia dan isu MSCI, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menggelar Focus Group Discussion “Kondisi Pasar Modal dan Implikasinya terhadap Investasi Dana Pensiun” di Jakarta (13/2/2026). Acara dibuka oleh Abdul Hadi (Ketua ADPI) dan dihadiri 60 peserta dari pengurus DPP dan komda ADPI.
Dimoderatori oleh Ch. Pitono, WaKa Ketua ADPI, FGD pasar modal ini menghadirkan narasumber 1) Poltak Hotradero (Penasihat Pengembangan Bisnis BEI), 2) Aliyahdin Saugi (Wakil Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia), dan 3) Handy Yunianto (Ekonom) yang memaparkan tentang damapk MSCI, kondisi aktual pasar modal Indonesia dan upaya yang perlu dilakukan, hingga kondisi pasar saham pasca Moody’s di Indonesia.
Ada tantangan dana pensiun di pasar modal, untuk menjaga keseimbangan risiko dan penempatan investasi. Upaya menghadapi volatilitas jangka pendek dan tetap menjaga kecukupan dana saat peserta pensiun. Dengan situasi yang ada, maka transformasi p[asar modal di Indonesia patut dilakukan. Sebab dalam kondisi pasar modal yang sehat dan bertumbuh, dana pensiun akan sangat diuntungkan. Namun saat pasar melemah, pengelolaan profesional dan strategi jangka panjang menjadi sangat krusial.
Karena dana pensiun bersifat jangka panjang, maka volatilitas pasar berdampak risiko jangka pendek. Karenanya, stabilitas ekonomi jadi kunci pertumbuhan dana dan manajemen risiko harus tetap prioritas

“FGD ini penting di tengah kondisi pasar modal di Indonesia dan dapat memberi pencerahan bagi pengelola dana pensiun di ADPI. Semoga nantinya pasar modal kita segera membaik dan dana pensiun bisa lebih leluasa dalam menjalankan investasinya” ujar Abudl Hadi, Ketua ADPI dalam sambutannnya.
Melalui FGD pasar modal, diharapkan dapat memperkuat pemahaman tentang kondisi pasar modal di Indonesia sekaligus antisipasi invetsasi di dana pensiun. Tanya jawab dari peserta sangat antusias, yang menegaskan FGD pasar modal ini sebagai forum diskusi dan menambah wawasan terkait pasar modal dan investasi saham di dana pensiun. Salam #YukSiapkanPensiun











