Yuk Siapkan Pensiun Selagi Bekerja

Bagi sebagian besar pekerja, memang pensiun itu masih jauh dan belum mendesak. Karena masih produktif bekerja. Karenanya, mempersiapkan pensiun bukan hanya soal angka. Tapi tentang ikhtiar untuk tidak merepotkan anak di hari tua. Agar tetap mandiri secara finansial di masa pensiun. Karenanya, dana pensiun sejatinya soal martabat dan kemandirian finansial. Agar hari tua tidak merepotkan anak.

 

Bekerja apapun dan gai berapapun, usia tua itu pasti tiba dan penghasilan pasti berakhir. Tidak punya gaji lagi di masa pensiun. saat masih produktif: ada gaji, ada pekerjaan, dan ada tenaga. Tapi saat pensiun: penghasilan berhenti, kesehatan mulai menurun, dan kebutuhan hidup meningkat. Tanpa dana pensiun, seseorang berisiko: bergantung penuh secara finansial pada anak dan menjual aset darurat. Sehingga kualitas hidup turun dan standar hidup tidak terjaga. Akhirnya mengalami stres finansial di hari tua. Begitulah realitasnya.

 

Bersiap untuk pensiun, bukan soal tidak mau dibantu anak. Sekalipun tidak sedikit yang menganggap anak sebagai “jaminan hari tua”. Namun faktanya: anak punya keluarga sendiri, kondisi ekonomi anak pun bisa berbeda. Masa depan pun semakin tidak pasti. Maka menyiapkan dana pensiun bukan berarti tidak percaya pada anak. tapi justru bentuk tanggung jawab agar “cinta” kepada anak tidak berubah menjadi “beban” di hari tua.

 

Dana Pensiun memang bukan soal angka melainkan ikhtair untuk menjaga martabat.  Kemandirian finansial di hari tua berarti tetap bisa mengambil keputusan sendiri secara finansial, punya kesinambungan penghasilan. Dan tidak meminta-minta karena tidak punya gaji lagi. Dana pensiun soal menjaga standar hidup di hari tua seperti saat masih bekerja. Agar jelas di hari tua, “dibantu karena dihormati” atau “dibantu karena terpaksa”. Itulah esensi dana pensiun untuk menjaga “harga diri”.

 

Dana pensiun bukan soal jumlah manfaat yang besar. Tapi soal keberanian menabung di saat bekerja, konsistensi menyetro iuran, lebih lama jadi peserta, dan akhirnya menimati efek compounding dari uang. Semakin dini memulai, semakin ringan bebannya di hari tua.

 

Dan pada akhirnya, dana pensiun berujung pada ketenangan psikologis di masa pensiun. Orang yang memiliki persiapan hari tua cenderung lebih tenang, lebih rasional dalam Kkeputusan, tidak mudah panik, dan tidak terlalu khawatir soal masa depan. Sebab  ketidakpastian finansial seringkali lebih menakutkan daripada usia tua itu sendiri.

Jadi, menyiapkan dana pensiun berarti menghargai diri sendiri di masa depan, bertanggung jawab pada keluarga, dan merencanakan hidup dengan sadar. Sebab hari tua bukan untuk bertahan hidup tapi untuk menikmati hasil “perjalanan” panjang semasa bekerja. Dan agar tidak merepotkan anak di hari tua.

 

Selain menjaga martabat di hari tua, dana pensiun penting sebagai kesinambungan penghasilan di masa pensiun saat tidak bekerja lagi. Salam #YukSiapkanPensiun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *