Jangan Cinta Bila Tidak Mau Berbenah Diri

Ketika seseorang mencintai dengan sungguh, ada dorongan alami untuk membenahi diri. Cinta kepada siapa saja, boleh kepada pasangan, keluarga, maupun kepada sesuatu yang bermakna. Karena cinta secara sadar maupun tidak sadar mendorong seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dorongan ini muncul bukan karena paksaan dari luar, melainkan dari kesadaran batin dan keinginan yang tulus.

 

Berbenah diri karena cinta, tidak apa dan tidak masalah. Realitas yang lazim dan alami. Berbenah diri bukan karena tuntutan, tapi karena rasa itu membuat kita ingin lebih pantas, lebih jujur, dan lebih bertanggung jawab. Karenanya, cinta perlahan menggeser fokus dari sekadar menerima menjadi keinginan untuk memberi yang terbaik.

 

Ikhtiar menjadi lebih baik itu sering terjadi dalam hal-hal kecil. Cara berbicara yang lebih tenang, sikap yang lebih sabar, pilihan yang lebih dipikirkan. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat besar, tapi konsisten. Dan dari situlah kedewasaan tumbuh, tanpa paksaan, tanpa topeng. Menariknya, ketika diri berubah, sekitar pun ikut bergerak. Hubungan menjadi lebih sehat, suasana lebih hangat, dan konflik lebih mudah dikelola. Bukan karena dunia tiba-tiba ramah, tetapi karena kita hadir dengan versi diri yang lebih utuh. Cinta, pada akhirnya, bukan hanya memperbaiki hubungan, tapi juga memperbaiki cara kita hidup.

Oplus_131072

Jadi biarlah, ketika mencintai dengan sungguh, ada dorongan alami untuk membenahi diri. Mencintai dengan sungguh-sungguh, berarti menerima dan menghargai orang lain secara mendalam. Dari rasa cinta itu, timbul keinginan untuk memperbaiki sikap, mengendalikan emosi, bertanggung jawab, dan mengurangi kebiasaan buruk. Tentu, bukan sekadar untuk menyenangkan orang yang dicintai. Tapi agar diri sendiri pantas, layak, dan mampu menjaga cinta yang dimilikinya. Cinta sejati bukan hanya tentang memiliki, tapi tentang proses untuk bertumbuh. Cinta menjadi cermin yang membuat seseorang melihat kekurangan dirinya dan terdorong untuk membenahinya.

 

Ketika cinta, jangan terasa biasa-biasa saja tanpa mau berbenah diri. Salam literasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *