Kisah Dari Kereta Cepat Haramain: Indahnya Hidup di Jalan Tuhan

Oplus_131072

Berbahagialah orang yang berjalan di dalam Allah SWT atau Tuhan, meskipun terkadang tidak memahami jalan yang dijalani. Kan memang tidak setiap pertanyaan harus dijawab. Tidak setiap lapar harus dikenyangkan. Bahkan tidak semua kesendirian berarti sepi. Begitulah rasa yang dialami rombongan jamaah umroh kloter 128 Alhijaz setelah tawaf wada di Ka’bah Masjidil Haram, sebelum berangkat ke Madinah dengan menggunakan kereta cepat Haramain.

Di kereta Haramain, saat perjalanan Mekkah ke Madinah pula makin tegas akan pentingnya hidup di jalan Tuhan. Kereta hanya bisa berlari cepat bila ada di jalurnya, bergerak di rel-nya. Maka, tidak kereta cepat tanpa berjalan di atas jalurnya. Seperti manusia pun harus bergerak pada jalan-Nya. Bukan sekadar bergerak tanpa arah, tanpa rel yang pasti. Itulah sedikit renungan dari dalam gerbong kereta cepat Haramain yang baru saja berjalan.

Memang benar, hidup begitu indah bila ada di jalan Tuhan. Hidup di jalan Tuhan bukan berarti hidup tanpa tantangan, tanpa sedih dan derita. Bahkan kadang jalannya sempit, menanjak, dan penuh ujian. Namun, di tengah semuanya, ada damai dan tenang yang tidak bisa diberikan oleh dunia. Ada sukacita yang tetap tinggal walau badai datang menerpa, bila tetap berada di jalan Tuhan.

 

Ketika kita memilih untuk berjalan bersama Tuhan, kita tidak hanya menemukan arah hidup. Tapi juga menemukan makna sejati dari kehidupan. Di jalan-Nya, setiap langkah menjadi bernilai, setiap penderitaan menjadi pelajaran bermakna, dan setiap berkah menjadi tanda cinta-Nya pada hambanya.

 

Hidup dalam kehendak Tuhan membuat hati tenang. Karena kita tahu bahwa apa pun yang terjadi, kita berada dalam tangan dan genggaman Tuhan. Sebagai makhluk yang tidak berdaya, makhluk yang penuh khilaf bahkan yang paling hina dan penuh noda. Hanya Tuhan yang menutupinya. Maka, letak keindahan hidup sejati bukan pada apa yang kita miliki. Tapi pada dengan siapa kita berjalan, Tuhan atau manusia?

Hidup itu indah. Hidup itu anugerah. Meski terkadang kita menghadapi tantangan dan ujian yang silih berganti. Karenanya, jangan pernah menyerah untuk menjadi baik dan bermanfaat. Asal tetap berjalan di jalan-Nya.Tetap bertahan dalam iman dan takwa.

 

Selagi masih bisa tertawa, selagi masih bisa mengeluarkan air mata. Bahkan selagi bisa mengenang suka suka dan mau mengakui dosa dan salah yang pernah diperbuat, berarti kita masih yakin untuk tetap bersama-Nya. Itulah indahnya hidup di jalan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *