Silaturahim Sahabat DPLK

Sebagai upaya menjaga silaturahim sekaligus merawat hubungan baik, komunitas “Sahabat DPLK” atau dikenal Dana Pensiun Lembaga Keuangan  seperti Pak Amang, Pak Steven Tanner, Pak Sitorus, Ibu Nani, Nanang, Daneth, Ricky, Betty, Ana, dan Syarif saling berbagi cerita dalam makan siang hari ini (11/2/2026). Semata-mata untuk  menjaga hubungan tetap hangat, di samping bertutur saat masa-masa di Asosiasi DPLK, antara 10-15 tahun lalu.

 

Dengan rileks dan penuh tawa, beragam obrolan tentang dana pensiun khususnya DPLK masih jadi topik hangat. Diantaranya soal regulasi, pajak, pasar, maupun perilaku peserta. Harus diakui, tingkat penetrasi dana pensiun masih rendah dibanding total angkatan kerja di Indonesia. Pekerja informal dan UMKM belum tergarap optimal. Literasi keuangan dan kesadaran pentingnya pensiun pun masih minim. Ini menjadi isu fundamental karena pertumbuhan aset DPLK sangat bergantung pada perluasan jumlah peserta.

 

Banyak calon peserta, terutama pekerja informal, memiliki pendapatan fluktuatif. Perlu skema iuran yang lebih fleksibel (top up sukarela, iuran tidak tetap, digital onboarding). Karenanya, DPLK perlu adaptif terhadap karakter generasi muda dan gig economy. Entah kenapa, generasi muda lebih tertarik ke saham, kripto, reksa dana, atau properti. DPLK sering dianggap kurang menarik karena manfaatnya jangka panjang. Karenanya,  perlu ada repositioning DPLK sebagai instrumen wealth planning, bukan sekadar tabungan hari tua.

 

Sahabat DPLK bersyukur masih bisa menjaga silaturahim, utamanya jelang puasa sambil diberi oleh-oleh “Pempek Khas Tante Betty”. Dipertemukan di Asosiasi DPLK bukanlah suatu kebetulan melainkan jalan yang diberikan atas izin-Nya. Untuk saling berbagi cerita dan saling mendoakan agar selalu diberi sehat wal afiat. Silaturahim Sahabat DPLK mengingatkan pentingnya menjaga silaturahim dan kssehatan mental, sama pentingnya menjaga sehat secara fisik. Apapun alasannya, silaturahim wajib disisikan waktunya walaupun untuk sekadar ngobrol atau berkisah sejenak. Sahabat DPLK sadar menabung untuk hari tua dan masa pensiun memang penting, sama pentingnya dengan investasi dalam pertemanan melalui silaturahim,

 

Dari momen ini, ada cerminan orang-orang dalam lingkaran pergaulan yang sehat selalu mengajarkan pelajaran yang lebih baik daripada buku. Itulah mengapa hidup tidak memberikan pelajaran lewat buku, tapi lewat pengalaman dan orang-orang di sekitar kita dalam circle yang baik dan positif. #YukSiapkanPensiun #DanaPensiun

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *