Apa Indikasi Keuangan Sehat di Masa Pensiun?

Saat bekerja dan punya gaji, bukanlah indikasi keuangan sehat di hari tua. Gaya hidup yang mentereng saat masih bekerja juga bukan cerminan kondisi keuangan yang memadai di masa pensiun. Karena faktanya, 1 dari 2 pensiunan di Indonesia mengndalkan transferan dari anaknya untuk biaya hidup setiap bulan. Banyak pekerja mengalami masalah keuangan justru di masa pensiun, saat tidak bekerja lagi,

 

Keuangan yang sehat di masa pensiun, berarti seseorang tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup secara layak tanpa bergantung sepenuhnya pada anak atau keluarga.  Tentu saja, keuangan yang sehat di masa pensiun tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana pensiun atau uang pesangon yang diperoleh. Tapi juga oleh cara mengelola keuangan dan gaya hidup setelah berhenti bekerja.

 

Karenanya, pekerja perlu tahu. Beberapa indikator keuangan sehat di masa pensiun, diantaranya punya daana pensiun yang cukup. Ketersediaan dana pensiun yang memadai sangat penting, untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah tidak lagi menerima gaji tetap. Dana ini bisa berasal dari tabungan pribadi, program dana pensiun seperti DPLK, atau investasi jangka panjang. Idealnya, dana pensiun mampu menutup kebutuhan hidup bulanan selama masa pensiun, yang bisa berlangsung 15–25 tahun. Akan sangat ideal, bila seorang pensiunan punya sumber penghasilan yang berkelanjutan di hari tua. Punya sumber penghasilan pasif di masa pensiun, seperti kontrakan 10 pintu, sewa properti, dividen saham atau usaha kecil yang tetap berjalan. Karena sumber penghasilan pasif ini membantu menjaga arus kas tetap stabil sehingga dana pensiun tidak cepat habis.

 

Indikasi keuangan sehat di masa pensiun adalah “bebas dari utang”. Pensiunan akan lebih sehat jika sudah tidak punya utang saat pensiun. Terbebas dari utang cicilan rumah, pinjaman konsumtif, atau utang kartu kredit. Tanpa beban utang, pengeluaran bulanan di masa pensiun akan jauh lebih ringan. Dan tidak kalah penting, pngeluaran di masa pensiun harus terkontrol. Jangan sampai “lebih besar pasak daripada tiang”. Gaya hidup harus disesuaikan bila tidak mau ditekan. Sebab di masa pensiun, biasanya kebutuhan kesehatan meningkat, aktivitas sosial berbeda, dan pendapatan tidak lagi sebesar saat bekerja.

 

Karenanya, mumpung belum pensiun. Mulailah rencanakan pensiun sejak dini. Semakin awal perencanaan pensiun dilakukan, semakin besar peluang untuk mengumpulkan dana lebih banyak dan mengurangi tekanan finansial di masa tua.  Salah satu caranya, setiap pekerja harus berani  menabung di dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Agar akumulasi dana pensiun yang tersedia di hari tua lebih optimal. Sebab DPLK memang didesikasikan untuk kesejahteraan pekerja di masa pensiun. Melalui DPLK, setidaknya ada 3 (tiga) keuntungan yang diperoleh pekerja, yaitu: 1) adanya kepastian dana untuk masa pensiun, 2) adanya hasil investasi yang optimal selama ditabung, dan 3) lebiih mandiri secara finansial di hari tua, saat tidak bekerja lagi.

 

Jadi, keuangan yang sehat di masa pensiun ditentukan oleh kombinasi antara ketersediaan dana yang cukup, sumber penghasilan yang berkelanjutan, pengelolaan pengeluaran yang baik, serta perencanaan yang dilakukan sejak dini. Agar masa pensiun bias lebih tenang, mandiri, dan tetap sejahtera secara finansial.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *