Indikator Kinerja TBM yang Berdampak: Pengguna Layanan, Event dan Donasi Buku

Kinerja Taman Bacaan Masyarakat (TBM) itu penting karena TBM bukan sekadar tempat menyimpan buku. Tapi ruang tumbuh literasi, kegemaran membaca, karakter, dan masa depan anak-anak bangsa. Tanpa kinerja yang baik, TBM mudah menjadi ruang sepi yang tidak berdampak.

 

Apa saja yang dilakukan tbm dalam setahun, itulah cerminan kinerja TBM. Selain menentukan dampak nyata bagi masyarakat, kinerja TBM juga dapat menjamin keberlanjutan TBM ke depannya.  TBM dengan kinerja lemah biasanya sepi pengunjung, relawan tidak bertahan, dan sulit mendapat dukungan. Sebaliknya, TBM dengan kinerja yang baik pasti berdampak nyata ke masyarakat, mampu menarik relawan, membuka peluang kolaborasi, dan membuat TBM jadi bertahan lama. Bahkan kenerja TBM yang dilaporkam secara rutin, akan menjadi dasar kepercayaan donatur dan mitra yang mendukung.  Sebab donator atau mitra TBM tidak hanya melihat niat atau narasi, tapi data kegiatan, jumlah penerima manfaat, dan konsistensiaktivitas serta program yang dijalankan.

Sangat jelas, kinerja TBM yang terukur dapat membangun “kepercayaan, transparansi, dan akuntabilitas”.

 

Karena itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan ikhtiar menjadikan literasi lebih berdaya, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor selalu melaporkan kinerja dan aktivitas setiap tahunnya.  Tujuannya, agar ke depan taman bacaan bisa lebih baik dalam melayani penggunanya. Sekaligus menjadi bukti adanya praktik baik yang berkelanjutan di taman bacaan.

 

Pada tahun 2025 lalu, selama satu tahun penuh, TBM Lentera Pustaka mencatat kinerja dan aktivitas yang dilaporkan sebagai berikut:

 

  1. Jumlah pengguna layanan mencapai 319 orang per minggu, yang terdiri dari 184 anak pembaca aktif (bertambah 52 anak selama tahun 2024), 74 ibu-ibu pengantar anak ke TBM, 6 warga belajar berantas buta aksara, 14 yatim binaan, 13 jompo binaan, dan 25-an anak pembaca motor baca keliling tiap kali operasi).
  2. Jumlah event di TBM Lentera Pustaka ssetahun 2025 mencapai 29 event setahun. Rata-rata 2,4 event per bulan yang digelar oleh lembaga seperti: Bank Sinarmas, SMANIT, IPB, Univ. Gunadarma, Zilenial Bergerak, Bale Baca Jakarta, Nurul fikri Bogor, SMP Al Azhar Jkt, IARI, SAN Chapter, Perpusnas RI, Unpak, dan sebagainya.
  3. Donatur buku mencapai 19 donatur, dengan 4.138 buku + 12 jenis ATK. Bila divaluasikan, semua donasi buku yang diterima seharga Rp. 103. 260.000,- dan TBM Lentera Pustaka mendonasikan 150 buku ke 5 TBM lain. Ada pula donasi 225 kaos untuk anak-anak dari sahabat Pendiri TBM Lentera Pustaka.
  4. Jumlah relawan aktif mencapai 18 orang + 3 wali baca, dengan penambahan 2 relawan baru pada 2025.
  5. Biaya operasional TBM Lentera Pustaka sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 64.800.000,- atau Rp. 5.400.000 per bulan.
  6. Prestasi yang ditorehkan di tahun 2025, antara lain: 1) event National Financial Health, 2) terpilih KKN Tematik Literasi Perpusnas RI, 3) menyalurkan 1) kredit UMKM ke ibu-ibu, 4) donasi PLTS dari Gunadarma, 5) memiliki area parkir khusus TBM, 6) menjadi pembicara di 8 event literasi sekolah, dan 7) aktif dalam mempublikasikan aktivitas secara rutin.

 

Menutup tahun 2025, TBM Lentera Pustaka melaporkan pula 1) koleksi buku mencapai lebih dari 13.000 buku bacaan, 2) beroperasi 6 hari seminggu (kecuali Senin), 3) pengguna layanan mencakup 4 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya, Sukajadi atau 50% dari wilayah Kec. Tamansari), dan 4) menjalankan 15 program literasi, yang terdiri dari: 1) TABA (TAman BAcaan), 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA), 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah), 4) YABI (YAtim BInaan), 5) JOMBI (JOMpo BInaan), 6) TBM Ramah Difabel, 7) KOPERASI LENTERA, 8) DonBuk (Donasi Buku), 9) RABU (RAjin menaBUng), 10) LITDIG (LITerasi DIGital), 11) LITFIN (LITerasi FINansial), 12) LIDAB (LIterasi ADAb), 13) MOBAKE (MOtor BAca KEliling), 14) Rooftop Baca, dan 15) Podcast Literasi. Lebih dari itu, tabungan celengan anak-anak TBM Lentera Pustaka tahun 2025 mencapai Rp. 14,1 juta dari 98 anak yang rajin menabung saat datang ke taman bacaan. Dan saat ini, ada 33 anak telah memiliki rekening SIMPEL (SIMpenan PELajar) bekerjasama dengan Bank Sinarmas.

 

Lalu, apa yang akan dilakukan TBM Lentera Pustaka pada tahun 2026? Sesuai rapat evaluasi pendiri dan relawan pada 31 Desember 2025, TBM Lentera Pustaka berkomitmen untuk tetap menjalankan 15 program literasi secara lebih optimal. Berbekal model “TBM Edutainment”, TBM Lentera Pustaka akan tetap fokus menjadikan taman bacaan sebagai tempat yang asyik dan menyenangkan, dikelaola dengan komitmen dan konsistensi sepenuh hati.

Pada tahun 2026 ini, mitra CSR korporasi TBM Lentera Pustaka adalah Bank Sinarmas, Chubb Life Insurance, dan AAI Perancis, dengan total donasi mencapai Rp. 53 juta untuk biaya operasional. Di sisi lain, Bank Sinarmas juga mendukung fasilitas TBM Lentera Pustaka tahun 2026 berupa 1) penutupan got depan kebun baca, 2) pengecoran area kebun baca, 3) aci tembok + pagar kebun baca, 4) pembuatan gudang buku, dan 5) kampanye literasi finansial yang menghabiskan biaya sekitar Rp. 73 juta dari CSR Bank Sinarmas.

 

Dari laporan kinerja TBM Lentera Pustaka tahun 2025 ini, ada pesan penting bahwa indikator keberhasilan operasional taman bacaan harus dapat diukur dari 1) jumlah pembaca aktif secara rutin dan masyarakat yang terdampak, 2) jumlah event dan aktivitas literasi yang digelar 3) jumlah donasi dan koleksi buku, 4) program literasi yang dijalankan, dan 5) tata kelola taman bacaan.  Tentu, semuanya hanya bisa dijalankan atas dasar komitmen dan konsistensi serta kolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas.

 

Sulit dibantah, TBM yang berdampak tentu harus terus meningkatkan kualitas layanannya sekaligus mau evaluasi diri. TBM harus beajar dari pengalamannya sendiri. TBM yang aktif dan berkinerja baik tidak hanya membangun kebiasaan membaca tapi harus mampu menguatkan ekosistem literasi lokal. Sebab literasi tidak tumbuh dari acara sesekali, tapi dari kinerja yang konsisten dan mampu mendorong program literasi berkelanjutan.

 

Di tahun 2026 ini, TBM Lentera Pustaka akan fokus menjadi “pusat belajar” masyarakat dan menjadi ruang aman anak dan remaja, di samping fokus pengembangan literasi digital. Intinya, TBM yang berkinerja baik bukan yang paling banyak bukunya,
tapi yang paling memberi dampak. Sebagai cermin kualitas pengelolaan, alat perbaikan berkelanjutan, dan kunci keberlangsungan TBM. Salam literasi #TamanBacaan #BacaBukanMaen #TBMLenteraPustaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *