Selama bulan puasa, minimal seminggu 3 kali anak-anak pembaca aktif TBM Lentera Pustaka selalu tadarusan dan mengejar khataman Al Quran setiap Sabtu sore, sambil disediakan takjil. Tiap anak memegang Al Quran dan melanjutkan “jatah bacaannya”, ayat demi ayat dan uz demi juz. Hingga secara bersama-sama, pada akhirnya 30 juz dapat dikhatamkan oleh 30 kelompok anak pembaca aktif. Begitulah program “Ngabubu-Read Ramadhan Ceria” yang setiap tahun dijalankan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor.
Khataman Al Quran di taman bacaan dan ngabubu-read dengan membaca buku di bulan puasa, bolehlah disebut dengan “pilihan kecil di ruang sunyi” yang menentukan kualitas hidup anak-anak di masa depan. Sebagai cerminan, hidup yang tidak lagi ditentukan oleh keputusan besar. Melainkan oleh pilihan kecil seperti membaca di taman bacaan yang diulang setiap hari. Dan sebagian besar pilihan membaca di taman bacaan dibuat tanpa perintah tapi berjalan secara alamiah. Atas kesadaran personal. Sebagai latihan karakter anak-anak untuk berani memilih yang benar ketika salah terasa lebih mudah. Di situlah arah hidup perlahan dibentuk, bukan oleh sorotan publik, tetapi oleh kesetiaan pada nilai di saat sunyi.
Terbukti di taman bacaan, konsistensi punya nilai lebih penting daripada citra moral. Banyak orang tampak bermoral di depan umum, tetapi longgar dalam praktik pribadi. Mereka fasih berbicara tentang nilai di ruang diskusi, tetapi lalai menerapkannya di praktik sehari-hari. Hingga lupa, karakter sejati tidak butuh panggung. Ia tidak sibuk terlihat benar, tetapi sibuk bertindak benar. Konsistensi antara apa yang diyakini dan apa yang dilakukan di ruang privat adalah ukuran moral yang sesungguhnya.

Karakter bukan topeng sosial, melainkan kebiasaan batin. Ia tidak dibangun dari apa yang kita tunjukkan kepada dunia, tetapi dari apa yang kita lakukan ketika dunia tidak melihat. Maka jika ingin hidup kokoh dan utuh, berhentilah bertanya bagaimana terlihat baik. Dan mulailah bertanya, apakah pilihan kita tetap benar saat tidak ada yang melihat? Di sanalah sejatinya karakter dibentuk, di jalan pengabdian di taman bacaan. Salam literasi!











