Orang Baca Itu ….

Orang baca itu tidak perlu sibuk membuktikan diri. Baca bukan karena ingin dipuji, diakui, dan disukai. Ketika membaca, tidak terlalu penting orang lain menilai kita baik. Justru membaca untuk menyadarkan diri sendiri. Bahwa ketenangan justru datang saat kita tidak lagi sibuk meyakinkan siapa pun, bahkan dunia.

 

Membaca memang untuk diri sendiri. Kata Nathaniel Branden dalam “The Six Pillars of Self-Esteem”, percaya diri dan penghargaan bukan sesuatu yang diberikan orang lain, tapi dibangun dari dalam diri sendiri. Lewat kesadaran, tanggung jawab, dan kejujuran pada diri. Karenanya, orang yang hidup autentik tidak perlu mencari validasi. Seperti orang yang membaca tidak perlu pengakuan, karena siapapun yang membaca sejatinya sudah mampu berdamai dengan dirinya sendiri.

 

Sekali lagi, membaca tidak butuh validasi orang lain. Tentang berapa banyak buku yang dibaca, tentang paham atau tidak atas bacaannya. Baca itu proses dan kebiasaan. Karenanya sama sekali tidak perlu membuktikan diri. Jutsru membaca untuk tahu siapa diri kita? Agar tidak mudah digoyang opini orang. Membaca untuk mengenal diri dengan jujur, tahu kelebihan dan kekurangan serta menghidupkan nilai-nilai yang dipegang. Ucapan orang lain tidak lagi menentukan arah hidup kita. Orang bisa menilai, tapi mereka tidak tahu seluruh kisah kita.

 

Apalagi membaca karena cinta, sudah jadi kebiasaan. Bukan karena ingin dilihat orang tapi karena motivasinya murni. Membaca bukan untuk mengejar pujian. Tapi siklus kehidupan yang tetap dijalani, mumpung dekat dengan buku dan tempat membaca seperti taman bacaan. Baca untuk memperbaiki diri dan bertumbuh, bukan untuk dianggap pintar apalagi hebat. Orang yang membaca dalam diam  tapi punya makna tanpa banyak bicara. Membaca bukan untuk mencari sorotan, tapi ketenangan batin yang tidak bisa diberikan dari tempat lain..

Orang baca itu tahu dan sadar. Bahwa tidak semua orang akan suka padanya. Menerima perbedaan bahkan silang pandangan. Karena membaca tanda kematangan emosional. Orang baca itu tidak berharap semua orang paham, setuju, atau menyukai dirinya. Sebab, orang baca tahu bahwa pandangan orang sering dipengaruhi pengalaman dan lukanya sendiri. Jadi, orang baca ketika ada yang menghakimi tidak merasa tersinggung. Cukup tersenyum dan melanjutkan bacaannya halaman demi halaman. Dan akhirnya, orang baca itu sampai pada rasa nyaman jadi diri sendiri tanpa perlu topeng. Sadar, membaca adalah saran untuk menjadi diri sendiri, apa adanya, dan tetap berusaha tumbuh. Baca bukan untuk bermain peran atau drama. Tidak perlu terlihat bahagia atau berpura-pura kuat.

 

Hari ini banyak orang mencari validasi dari orang lain. Merasa butuh pengakuan dari orang lain, mencari pembenaran dari luar. Semua niat dan ikhtiar hanya untuk dipuji atau mendapat validasi orang lain. Iya boleh-boleh saja.  Asal jangan lupa,, justru pengakuan terbaik ada pada diri sendiri, sebuah percaya diri yang datang dari dalam. Untuk selalu tumbuh, melakukan yang terbaik, dan hidup dengan niat yang bersih. Di situlah, membaca diperlukan dan sudah cukup bila masih mau membaca. Salam literasi!

Exit mobile version