Siapa yang tidak ingin bila punya utang tahu-tahu bisa terbayarkan? Siapa yang tidak mau kebutuhan selalu tercukupi. Semuanya selalu cukup dan berkah. Tentu, kondisi keuangan seperti itu tidak datang dengan sendirinya. Selalu ada ikhtiar dan doa yang melandasinya.
Sebut saja Alwi namanya, seorang relawan TBM Lentera Pustaka. Setiap hari Minggu, dia dari Jakarta datang ke Bogor untuk mengabdi secara sosial di taman bacaan. Dia tidak kaya tapi selalu cukup. Dia tidak pernah dapat rezeki besar sekaligus. Tapi anehnya, ia juga tidak pernah benar-benar kekurangan. Saat beras habis, ada tetangga yang mengantar. Saat dompet lagi seret, ada bonus kecil dari kantor. Saat utang hampir macet, ada tambahan penghasilan yang tidak diduga. Ia merasa hidupnya dilindungi. Jadi lebih tenang hidupnya.
Saat ditanya, kenapa Alwi selalu cukup dan tidak kekuarangan. Ternyata, landasannya moraknya begini. Ia bertutur, kenapa rezekinya lancar dan kebutuhan tercukupi.
- Selalu minta ampun sebelum minta rezeki tambahan, karena di situ langit terbuka saat yang kita perlukan bukan angka tapi ampunan.
- Selalu ridho dengan apa yang dimiliki, karena di situlah Allah tambahkan rezeki tanpa perlu diminta.
- Sujud di sepertiga malam dan bilang “Ya Allah, aku lelah dan aku nggak mau mengeluh”. Maka pertolongan akan datang diam-diam. Tidak besar tapi cukup, tidak mewah tapi tepat sasaran.
- Berani berbuat asal baik, tidak menunggu untuk siap tidak menunggu saat kaya. Tapi memulai kebaikan karena Allah yang akan sempurnakan.
- Berhenti mengatur rezeki versi kita sendiri dan mulai ikuti maunya Allah sebab versi-Nya jauh lebih indah dan pas untuk kita.
Bila saja, satu dari lima hal di atas sudah dilakukan atau dirasakan itu pertanda Allah lagi membuka jalan untuk kita. Maka jangan berhenti, dan teruslah jaga hati dan ikhtiar yang baik.
Dan yang penting selalu berbuat baik dan menebar manfaat kepada orang lain. Seperti yang dilakukan Alwi sebagai relawan TBM Lentera Pustaka. Dia meyakini “balasan kebaikan adalah kebaikan”. Rezeki bukan hanya hasil kerja, tapi ketetapan Allah. Dan Allah secara langsung menjanjikan balasan bagi orang yang berbuat baik. “Apa saja kebaikan yang kamu kerjakan, niscaya kamu akan mendapat balasannya.” (QS. Al-Baqarah: 110). Balasannya, tentu tidak selalu uang tapi bisa berupa: kemudahan urusan, pertolongan di waktu sempit, utang yang tiba-tiba ada jalan keluarnya, dan kebutuhan yang selalu tercukupi Sering kali merasa “kok pas butuh, ada saja jalannya?” Itulah salah satu bentuk balasan kebaikan.
Biar bagaimana pun, kebaikan selalu menjadi “tabungan tak terlihat”. Ada masa kita memberi, ada masa kita membutuhkan. Kebaikan yang dulu kita tanam bisa Allah kembalikan di saat paling genting. Bukan karena kita menuntut balasan tapi karena Allah Maha Adil dan Maha Menepati janji.
Berbuat baik dan menebar manfaat kepada orang lain, di manapun, memang bukan cara instan jadi kaya tapi jalan agar rezeki diberkahi, dilapangkan, dan dicukupkan Rezeki jadi lancar karena Allah ridho, hati tenang, urusan dimudahkan, dan pertolongan datang tepat waktu. Salam literasi!











