Hari ini kita tidak hidup di masyarakat yang suka berpikir. Tapi di masyarakat yang suka hiburan. Bahkan bisa jadi, hiburan sudah menjadi pelarian bukan lagi sekadar selingan. Mencari hiburan atau merasa terhibur, hampir sulit dibedakan. Sebab banyak orang lebih nyaman menerima hal-hal yang ringan, cepat, dan menyenangkan. Daripada sesuatu yang menuntut pemikiran dan perenungan. Akibatnya, berpikir dianggap melelahkan, sementara tertawa tanpa makna dianggap cukup untuk mengisi hari-hari. Sudah sebegitunya kehidupan hari-hari ini.
Perilaku dan kebiasaan mencari hiburan, mau tidak mau, secara perlahan membentuk masyarakat yang reaktif, bukan reflektif. Isu-isu kemanusiaaan dan sosial yang penting disederhanakan menjadi potongan sensasi. Kebenaran pun dikalahkan oleh viralitas, dan logika sering kalah oleh emosi sesaat. Berpikirnya melemah, hiburan menguat. Pada akhirnya, kita semakin sulit membedakan mana yang seremoni mana yang esensi. Bingung, mana yang drama mana yang realitas?
Lebih senang hiburan daripada berpikir. Maka risikonya, kegiatan membaca pun jadi dikebiri. Gerakan literasi hampir kehilangan energi untuk berkiprah dalam menegakkan kegemaran membaca. Komitmen dan konsistensi aktivitas sosial di taman bacaan semakin rapuh. Relawan semakin sibuk bekerja tanpa diimbangi pengabdian sosial. Maka sudah pasti, Gerakan literasi dan taman bacaan akan semakin berat tantangannya ke depan. Semakin sulit mencari kepedulian dari berbagai pihak. Karenanya, salah satu yang patut dilakukan adalah menjadikan taman bacaan sebagai tempat yang asyik dan menyennagkan. Menjadikan membaca sebagai hiburan, sebagai sarana untuk menyenangkan banyak orang.
Memamg sih, hidup yang sehat bukan hanya tentang hiburan atau terhibur. Melainkan juga tentang memahami dan berpikir. Berpikir dan membaca sesuai waktunya, sesuai jamnya. Sebab berpikir dan membaca, pasti akan memberi kita kendali atas pilihan, arah, dan nilai-nilai yang kita pegang. Tanpa kebiasaan berpikir, kita terlalu mudah hanyut, kehilangan sikap kritis, dan akhirnya menyerahkan masa depannya pada arus yang tidak pernah dipertanyakan sebelumnya.
Hari ini kita tidak hidup di masyarakat yang suka berpikir. Tapi di masyarakat yang suka hiburan. Maka, taman bacaan pun perlu adaptasi menjadikan kegiatan baca sebagai hiburan, bukan aktivitas yang membosankan. Demi tegaknya kegemaran membaca dan budaya literasi di masyarakat. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan #BacaBukanMaen
