Adalah sebuah kehormatan bagi TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor yang hari ini dipilih menjadi tempat Studi Komparatif tentang Tata Cara Pengelolaan Pojok Baca Digital, yang diikuti oleh 28 aparatur Desa Kedisan Kec. Tegallalng Kab. Gianyar Bali (4/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian upaya peningkatan kapasitas aparatur desa Kedisan tahun 2026, di samping memberi pengalaman nyata aktivitas literasi yang dijalankan TBM Lentera Pustaka yang kini melayani lebih dari 200 anak pembaca aktif dari 4 desa di Kec. Tamansari.
Rombongan yang dipimpin oleh Pak Dewa Ketut Raka (Kades Kedisan Kab. Gianyar Bali) dan 27 staf diterima oleh Susilawati (Ketua Harian TBM Lentera Pustaka) didampingi relawan. Turut hadir pula Dudi (Sekdes Sukaluyu) dan 2 staf desa. Studi komparatif dan kunjungan literasi ini dilakukan untuk belajar dan mendapat pengalaman langsung dalam mendirikan taman bacaan atau pojok baca dan pengelolaannya. Mulai dari mendapatkan anak-anak usia sekolah yang mau membaca, relawan, dan program literasi yang dijalankan oleh TBM Lentera Pustaka.
“Kami aparatur desa Kedisan Gianyar sengaja ke sini untuk belajar pengelolaan taman bacaan. Karena anggaran kami sudah tersedia untuk mendirikan TBM, hanya gimana cara mulai dan mengelola TBM. Kami mengamati TBM Lentera Pustaka di Bogor terkenal aktif dan keren, maka kami koordinasi dengan pihak Desa Sukaluyu Kec. Tamansari untuk ke sini. Kami puas atas jawaban dan info yang diberikan, terima kasih” ujar Pak Dewa Ketut Raka (Kades Kedisan Kab. Gianyar Bali) dalam sharing session tadi.
Sengaja datang jauh-jauh dari Bali untuk melihat secara langsung aktivitas TBM, fasilitas dan prasarana serta berdialog bersama anak-anak dan orang tua yang kebetulan sedang “jam baca” di TBM Lentera Pustaka. Di samping menggali inspirasi untuk pengembangan literasi berbasis masyarakat di wilayahnya, rombongan aparatur desa Kedisan Gianyar. Pada sesi ngobrol santai di Rooftop Baca, TBM Lentera Pustaka memaparkan 15 program literasi yang dijalankan dan hari-hari operasional termasuk fungsi fasilitas ruang baca utama, kebun baca, rooftop baca dan gudang buku. Berbagai hal bisa dipelajari dari TBM yang sudah beroperasi 9 tahun ini sebagai model taman bacaan yang bisa dicontoh di Kab. Gianyar Bali. Dalam kesempatan ini, rombongan desa Kedisan Gianyar Bali juga menyerahkan donasi untuk biaya operasional TBM Lentera Pustaka.
“Terima kasih rombongan dari Desa Kedisan Gianyar Bali atas studi komparatif dan menjadikan TBM Lentera Pustaka sebagai rujukan. Kami senang berbagi cerita dan kisah nyata pengelolaan taman bacaan. Semoga taman bacaan di Bali bisa segera berdiri, kami akan diundang untuk menengoknya bila sudah berjalan” kata Susilawati siang tadi.
Selama 2,5 jam di Lokasi dan disambut hangat dengan hidangan khas TBM “rebusan tampah”, rombongan aparatur desa Kedisan juga bangga dengan sopan santun anak-anak TBM Lentera Pustaka yang terbiasa cium tangan kepada tamu. Bahkan rombongan ikut bersuara saat dilantunkan salam literasi dan doa literasi serta bergoyang ala senam literasi TBM Lentera Pustaka.
“TBM Lentera Pustaka ini luar biasa, sangat welcome melayani tamu seperti kami dari Bali. Tata kelola dan manajemen TBM-nya tertib, dan didukung sinergi TBM dan masyarakat untuk menghidupkan aktivitas literasi. Bagus dan kreatif, kami ingin kembangkan model taman bacaan ini di Bali” ujar salah satu anggota rombongan.
Tentu bukan tanpa alasan aparatur desa Kedisan Gianyar Bali memilih TBM Lentera Pustaka sebagai tempat studi komparatif. Selain konsistensi dalam berkegiatan, jumlah anak-anak pembaca aktifnya sangat banyak. Hal penting yang harus dipelajari. Ada kolaborasi melalui CSR, ada sinergi dengan komunitas dan organisasi, bahkan rutin menggelar event literasi di taman bacaan setiap bulan. Dari studi komparatif ini, tercermin pesan akan pentingnya praktik baik berliterasi yang dijalankan dengan komitmen tinggi dan konsistensi sepenuh hati. Agar tradisi baca dan budaya literasi masyarakat semakin meningkat. Salam literasi #StudiKomparatif #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka #DesaKedisan
