Badal Umroh untuk Orang Tua, Dambaan Setiap Anak

Kalau dengerin ceramah di youtube, banyak yang bilang ibadah umroh bisa setara lebih dari 300 tahunan. Hitungannya karena pahala sholat dijanjikan berlipat ganda. Sholat di Masjidil Haram lebih utama dari 100.000 sholat di masjid lain (kecuali Masjid Nabawi lebih utama dari 1.000 sholat), jadi pahala sholat 5 waktu bisa sangat besar di kedua Masjid suci umat Islam itu. Belum lagi sholat 2 rakaat di Masjid Quba setara dengan pahala “1 kali umroh”.

Lebih istimewa lagi, kita juga bisa “membadalkan umroh” (pengganti) bagi orang-orang tercinta seperti orang tua yang sudah meninggal dunia atau yang sakit. Tentu, sebagai bentuk pengabdian kepada Ibu Ayah tercinta. Apalah artinya kehebatan seorang anak selain mampu menguburkan orang tuanya saat meninggalkan, selain membadalkan umroh di tanah suci. Masya Allah, badal umroh untuk orang tua pasti jadi dambaan setiap anak seperti saya.

Lebih keren lagi, Umroh juga dicatat sebagai ibadah penghapus dosa-dosa yang dilakukan sejak umroh sebelumnya atau dosa yang telah lalu. Pasti bergembira orang yang dosanya dihapuskan, sehingga seperti “bayi” yang baru lahir. Tentu, pahala yang diperoleh pasti berbanding lurus dengan kadar kepayahan dan biaya yang dikeluarkan, menunjukkan nilai investasi akhirat yang tinggi. Makanya para ustadz menganjurkan banyak sedekah, termasuk sedekah Al-Quran, bersabar, dan ikhlas saat menjalankan ibadah umroh.

Saat perjalanan umroh bersama Al Hijaz, kloter 128 yang diikuti 43 jamaah pasti bisa merasakan kehebatan ibadah di tanah suci dari 3-10 Januari 2026. Di Masjidil Haram saja, ada 120 Rahmat Allah yang ditaburkan (60 untuk yang tawaf, 40 untuk yang sholat, dan 20 untuk yang memandangi Ka’bah Baitullah). Luar biasa banget, memandangi Ka’bah saja mendapat Rahmat Allah. Bayangkan bila doa-doa yang dilantunkan dikabulkan Allah, maka semakin terasa nikmatnya ibadah Umroh. Betul apa betul?

Umroh memang momen spesial bagi banyak orang. Tentu, sudut pandangnya beda-beda. Karenanya dalam banyak penjelasan, haji mabrur (yang setara dengan umroh di waktu istimewa atau umroh yang sempurna) dijanjikan surga oleh Allah. Lebih dari itu, Allah menjanjikan akan menjauhkan dari kemiskinan bagi yang menunaikan umroh. Kira-kira begitu, nasihat dari banyak pengajian dan kitab.

Tapi lebih penting dari hitung-hitungan umroh, intinya “daripada menghitung angka pasti, lebih baik fokus pada kualitas ibadah, keikhlasan, dan memperbanyak amalan sunnah serta sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena pahalanya tak terhingga di sisi Allah SWT. Wallahu a’lam bishowab.

Saya sendiri tiap Umroh selalu berdoa untuk bisa “kembali” ke tanah Suci tiap 2 tahun, setidaknya hingga jadwal berangkat haji pada 2030. Ibaratnya “lapor diri” ke sang pencipta, penguasa langit dan bumi beserta isinya. Jangan kebanyakan lapor sama manusia, karena kita tetap saja bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Salam takzim🙏

Exit mobile version