Dia tidak pandai menjelaskan hidupnya.
Tidak banyak cerita tentang lelahnya.
Tapi setiap tetes keringat di wajahnya
adalah bukti bahwa ada orang yang sedang ia perjuangkan.
Sebagian lelaki tidak pernah menceritakan betapa berat harinya.
Ia hanya pulang, diam, lalu tidur.
Besok pagi, ia bangun lagi…
dan kembali berjuang.
Dia jarang berkata ‘aku capek’.
Jarang mengeluh tentang hidup.
Tapi keringat di bajunya
selalu tahu betapa keras ia bertahan.
Lelaki itu tidak banyak cerita.
Tapi setiap hari ia mempertaruhkan tenaganya
agar orang yang ia sayang
tidak perlu merasakan kerasnya dunia.
Kadang lelaki hanya butuh satu hal:
orang yang mengerti bahwa
keringat di wajahnya
bukan sekadar lelah—
tapi bentuk cinta yang tidak pernah ia ucapkan.
Bukti, tidak semua lelaki pandai bercerita
