Dalam suasana rileks dan sederhan, warga Perumahan Puri Lakshita Tajurhalang Kab. Bogor menggelar “Silaturahim Tahunan Pemilik dan Penghuni Rumah” sebagai ajang silaturahim setahun sekali untuk memberikan update dan diskusi bersama dalam mencipatkan hunian yang harmoni dan asri (29/11/2025). Dihadiri 35 warga dan puluhan anak-anak, silaturahim tahunan Puri Lakshita sekaligus menentukan kepengurusan paguyuban Puri Lakshita yang baru.
Disepakati secara aklamasi, komposisi pengurus Paguyuban Warga Puri Lakshita yang baru terdiri dari Susilo (Ketua), M. Isfari (Sekretaris), dan Hendri (Bendahara), dengan penasihat Syarifudin Yunus. Dengan kepengurusan baru, diharapkan pemilik dan penghuni Puri Lakshita bisa saling bekerjassama untuk mencipatkan lingkungan perumahan yang aman, bersih, dan guyub ke depannya. Beberapa poin silaturahim Paguyuban Warga Puri Lakshita yang patut diketahui antara lain:
- Saat ini tingkat hunian Puri Lakshita mencapai 47% atau 44 rumah dari total 94 unit rumah yang ada sudah dihuni/ditempati baik oleh pemilik maupun pengontrak. Pada tahun 2026, diharapkan tingkat hunian Puri Lakshita bisa mencapai 60%.
- Disampaikan pula beberapa kondisi rumah yang kosong, saat ini mengalami kerusakan dari pintu yang kropos, kusen yang rusak total, dan plafon yang roboh di bagian dalam. Karena itu, para pemiliki diimbau untuk menengok rumahnya untuk meliohat kondisinya. Atau minimal menyempatkan hadir dalam “silaturahim tahunan warga” setiap bulan November pada setiap tahun.
- Para warga (pemilik maupun penghubi) diharpkan kerjasamanya untuk membayar IPL (Iuran Pemeliharaan Lingkungan) sebesar Rp. 50.000 per bulan yang digunakan untuk membayar honor petugas keamanan dan pemeliharaan seperti penerangan jalan dan fasum di Puri Lakshita.
- Diperlukan update kondisi “status rumah” dari pemilik terkait rencana untuk dijual atau dikontrakkan atau ditinggali. Karena kondisi update tersebut dapat menjadi informasi bagi pengurus, utamanya untuk yang mau dikontrakkan mungkin perlu direnovasi terlebih dulu karena “permintaan” rumah dikontrakkan di Puri Lakshita tergolong tinggi.
- Sebagai inisiatif baru, Aula Perumahan Puri Lakhsita yang ada saat ini belum di keramik. Untuk itu, dibuka donasi keramik bagi pemiliki atau penghuni untuk ikut menyumbang keramik dengan harga per meter Rp. 60.000. Dibutuhkan total 70m keramik, dan saat ini sudah ada 10m. Mohon Kerjasama pemilik untuk ikut peduli dalam menyumbang keramik untuk keperluan aula Puri Lakshita semampunya, sikhlasnya.
Patut diketahui, sejak keberadaannya di tahun 2014, wilayah sekitar Puri Lakshita semakin maju pesat. Jalan pemda dan sebentar lagi akses tol dari Andara akan terealisasi, di samping adanya rencana Pembangunan kampus BSI. Nilai NJOP pun semakin meningkat mencapai lebih dari Rp. 1,5 juta per meter, di samping harga rumah tipe 36/60 di lingkungan sekitar yang semakin meningkat, rata-rata saat ini harganya di atas Rp. 400 juta. Bersyukur Puri Lakshita sudah hadir di tahun 2014, 11 tahun lalu di daerah yang semakin berkembang pesat.
Sambil ngopi dan menikmati panganan kebun khas Puri Lakshita seperti singkong, ubi, kacar, peserta silaturahim warga Puri Lakshita mengakhiri kegiatannya dengan ngobrol dan bercengkrama akan pentingnya membangun perumahan yang asri dan harmoni. Sebelum pulan, pemilik rumah yang hadir pun membawa oleh-oleh berupa singkong, hasil kebun Puri Lakshita.
Dengan modal kekompakan dan keharmonian, warga Puri Lakshita sepakat untuk terus menjaga keguyuban dan kebersamaan untuk memajukan lingkungan perumahan, termasuk kedisiplinan dalam membayar iuran bulanan. Insya Allah, tradisi silaturahim dan lesehan tetap dilestarikan di Perumahan Puri Lakshita setiap tahunnya. Untuk itu, mohon dukungan dan kerjasama dari para pemilik rumah dan penghuninya.
Adalah harapan bersama, agar ke depan, Puri Lakshita bisa menjadi hunian ideal bagi kita semua. Hunian yang selalu menjaga kebersamaan, kebaikan, dan kepedulian dari dan untuk kita. Sebab, hidup bukan soal siapa yang paling kuat atau hebat. Tapi siapa yang paling peduli dan setia pada cahaya kecil untuk kebaikan lingkungannya. Meniti bersama menuju jalan yang lebih terang.
