Salah satu ajaran yang ditanamkan di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor adalah “jangan takut keliru”. Salah memilih buku bacaan, salah dalam membaca, bahkan salah dalam menjawab soal tidak apa-apa. Proses belajar dan membaca memang pasti ada salahnya. Maka jangan takut keliru, karena kesalahan adalah guru yang paling jujur.
Keliru bukan hanya manusiawi. Setiap kekeliruan menyimpan pelajaran yang tidak bisa digantikan oleh teori atau nasihat. Dari salah, manusia belajar memahami batas, mengasah nalar, dan memperdalam kebijaksanaan. Tanpa kesalahan, hidup menjadi datar, tanpa dinamika, tanpa pertumbuhan.
Mau sehebat apapun, teori dan nasihat hanya memberi peta. Tapi kekeliruan memberi pengalaman nyata. Saat keliru, kita merasakan akibatnya, bukan sekadar memahaminya di kepala. Pelajaran dari kesalahan lebih membekas, karena lahir dari proses mencoba, jatuh, lalu bangkit. Itu sulit digantikan oleh kata-kata orang lain atau bacaan sebuah buku.
Takut keliru sering membuat orang berhenti melangkah. Padahal tanpa salah, kita jarang benar-benar belajar atau bertumbuh. Kekeliruan bukan tanda gagal, tapi tanda sedang bergerak, bereksperimen, dan bertanggung jawab atas pilihan sendiri.
Sering kali, kedewasaan dan kebijaksanaan justru lahir dari kesalahan yang pernah kita hadapi dengan jujur dan rendah hati.
Kesalahan bukan tanda kegagalan, melainkan jejak keberanian. Orang yang tifak pernah salah sering kali bukan karena ia sempurna, tetapi karena ia tidak pernah benar-benar melangkah. Dalam hidup, bergerak selalu membawa risiko, risiko itulah yang menempa pengalaman.
Maka jangan takut keliru. Lebih baik jatuh lalu bangkit, daripada diam dan tak pernah mencoba. Sebab mereka yang berani berbuat, meski salah, sesungguhnya sedang membangun dirinya sendiri.
Seperti anak-anak TBM Lentera Pustaka pun diajak untuk tidak takut salah. Jangan takut keliru, bukan berarti sembrono, melainkan berani mencoba, mau mengakui salah, dan bersedia memperbaiki diri. Itulah bagian penting literasi, menanamkan karakter baik kepada anak-anak. Salam literasi!
