Ayo Hilangkan Kebiasaan Ngomongin Orang Lain

Ini sebuah ajakan. Ayo hilangkan kebiasaan membicarakan orang lain, hindari membahas kebutukan orang lain. Karena mungkin, sekarang ini banyak yang punya kebiasaan membicarakan orang lain (terutama yang negatif). Kita sadar bersama, tidak ada manfaatnya membicarakan orang lain. Karena setiap orang, pasti punya jalannya masing-masing.

 

Mulailah dari kesadaran: kenapa kita suka membicarakan orang? Biasanya karena kita ingin merasa lebih unggul darinya, sering ikut arus obrolan biar nyambung atau pelampiasan emosi (kesal, iri, kecewa). Bahkan bisa jadi “ngomongin orang” dianggap sebagai selingan atau hiburan. Itu kebiasaan buruk, karena bisa melatih otak fokusnya hanya pada kekurangan orang, bikin hati makin negative, dan lama-lama orang juga nggak percaya sama kita

 

Bedakanlah antara diskusi vs gosip. Memang, tidak semua membicarakan orang itu salah. Bila niatnya baik, diskusi sehat maka tujuannya mencari solusi, disampaikan dengan empati, dan tidak dilebih-lebihkan. Tapi diskusi berubah jadi gosip karena tidak ada manfaatnya, menambah-nambahi cerita, membahas hal pribadi tanpa izin, dan tujuannya hiburan atau menjatuhkan. Jadi kata kuncinya, apa niat dan manfaat membicarakan orang lain?

 

Orang sering lupa bahwa efek terbesar dari membicarakan orang lain adalah ke diri sendiri. Hati jadi mudah menghakimi, pikiran dipenuhi hal-hal negatif. Energinya habis untuk urusan orang dan reputasi jadi turun (orang takut jadi bahan obrolan berikutnya). “Kalau kita sering ngomongin orang, pelan-pelan karakter kita juga kebentuk dari situ.

Maka cara mengurangi kebiasaan membicarakan orang lain adalah sadar dulu – tiap mau cerita, tanya: perlu nggak? bermanfaat nggak? Kalau orangnya ada di sini, tetap berani ngomong nggak? Lebih baik alihkan topik dan  ganti dengan ngomongin ide atau gagasan, rencana yang baik, insight yang manfaat atau pengalaman pribadi yang inspiratif.

 

Karenanya, batasi circle yang hobi gosip. Sebab lingkungan sangat mempengaruhi kebiasaan kita sehar-hari. Latih empati untuk peduli sesama yang positif, bukan yyang buruk. Ingat kita juga punya kekurangan yang nggak ingin dibicarakan orang lain. Jadi, kalau nggak bisa menambah nilai, lebih baik diam. Lebih baik bicarakan ide, bukan orangnya.Atau minimal, lebih baik membaca daripada ngomongin orang lain. Salam literasi!

Exit mobile version