Ternyata masa pensiun tidak seindah yang dibayangkan banyak pekerja. Saat masih bekerja punya gaya hidup. Tapi saat pensiun, apa masih bisa bergaya hidup?
Calon pensiunan (alias pekerja) banyak yang khawatir tidak bisa membiayai hidupnya sendiri di hari tua, saat masa pensiun tiba. Takut tidak bisa menjaga standar hidup dan tidak mandiri secara finansial di hari tau.
Pekerja cemas atau khawatir akan uang pensiunnya cepat habis. Atau tidak cukup untuk membiayai hidup di masa-masa tua, saat tidak punya gaji lagi. Ada beberapa hal yang jadi penyebab kekhawatiran pekerja, uang pensiunnya cepat habis sebelum waktunya:
- Uang pensiun diterima sekaligus (lumpsum) dalam jumlah besar. Akhirnya dibelanjakan tanya kontrol seperti renovasi rumah atau beli mobil. Akibatnya, uang pensiun menyusut cepat tanpa terasa dan tabungan pensiun pun lenyap tidak terkontrol.
- Belum siap mengelola uang dari gaji ke tabungan. Saat bekerja masih punya gaji rutin sehingga terasa aman. Tapi begitu pensiun tidak ada pemasukan rutin sehingga tidak siap dan kehilangan kendali. Kesulitan mengatur cashflow bulanan dari uang pensiunnya, menimbulkan kecemasan karena otak manusia lebih tenang dengan pendapatan berkala.
- Bingung memprediksi usia harapan hidup. Banyak pekerja mengira masa kehidupan setelah pensiun hanya “5-10 tahun”, padahal bisa hidup selama 15-30 tahun setelah pensiun. Ketika sadar uang pensiun harus menopang hidup lebih lama, muncullah ketakutan, “Bagaimana kalau habis sebelum saya meninggal?”
- Takut biaya kesehatan membengkak. Di awal pensiun, pekerja mulai menyadari biaya kesehatan meningkat seiring usia dan risiko penyakit semakin tinggi dan sulit diprediksi. Kekhawatiran biaya medis membuat pekerja cemas atau khawatir uang pensiun tidak cukup, apalagi jika dana sudah terpakai di awal.
- Tidak punya rencana pengeluaran pensiun. Akibatnya tidak punya anggaran pensiun bulanan dan tidak tahu berapa “batas aman” menarik uang tiap bulan. Tanpa rencana, setiap pengeluaran pasti menggerogoti uang pensiunnya sendiri.
- Takut menjadi beban keluarga. Banyak pekerja takut kehabisan uang dan bergantung kepada anak atau keluarga. Kecemasan ini lebih besar daripada kondisi keuangan yang sebenarnya.
Karena, masa pensiun tidak bisa dianggap sepele. Kerja puluhan tahun belum tentu bisa tenang dan nyaman di masa pensiun. Mau tidak mau, setiap pekerja harus mempersiapkan diri untuk pensiun. Karena cepat atau lambat masa pensiun pasti datang. Tinggal soal waktu, sebentar lagi atau masih lama?
Banyak pekerja cemas bukan karena uangnya pasti habis cepat, tetapi karena uang pensiun berubah dari “penghasilan rutin” menjadi “stok yang terus berkurang”.
Dan yang paling penting, sebab di saat bekerja tidak mau dan tidak punya dana pensiun. Saat kerja, masih punya gaji dan gampang mengatur kebutuhannya. Tapi begitu pensiun, bingung karena uang pensiunnya tidak cukup untuk membiayai hidup. Yuk siapkan pensiun!
